Bersyukur menurut saya yang masih 15 tahunan ini adalah: menghargai, menerima, dan mencintai apa yang ada dan kita miliki sekarang, saya ingin sedikit bercerita dengan pengalaman bersyukur saya yang sangat di uji baru kemarin sekitar 3 hari yang lalu.
Saya sekolah di YPSA Medan (Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyah), sekolah ini mengadakan acara “Solat Tahajjud” kepada siswanya 3 kali selama satu semester, di acara Tahajjud ke 3 inilah saya mendapatkan ujian bersyukur yang sangat dahsyat bagi seorang anak seumuran saya yang bisa dibilang masih labil dari segi emosi baik perilaku.
Pada saat itu saya kehilangan Handphone Blackberry kesayangan saya yang bertipe Onyx, handphone ini saya beli dengan setengah uang saya dan ditambah sisanya oleh Mama saya. Saya sangat kecewa pada saat itu, saya sangat ceroboh, saya lalai dalam menjaganya, saya meninggalkan handphone itu di kelas saya dalam keadaan tercharger dan saya tinggal solat tahajjud, yaaaap sehabis solat berlangsung handphone itu hilang dicuri.
Saya tidak mau berlama-lama dalam frekuensi kekecewaan pada saat itu, saya tahu dan saya percaya perkataan Allah bahwa setiap kejadian dan peristiwa pasti ada hikmah dibaliknya, karena apapun yang terjadi itulah yang terbaik buat diri kita.
Saya secara langsung merubah frekuensi pikiran saya dengan bersyukur, lihatlah ketika Anda bersyukur mata hati Anda akan terbuka. Anda akan melihat apa hal-hal yang baik dalam diri Anda, apa kelebihan yang Anda miliki dan lainnya. Saya juga seperti itu, saya masih bersyukur kalau saya bisa/pernah memiliki handphone, bayangkan jika saya di keadaan seperti orang-orang miskin diluar sana? apakah saya sanggup? mungkin saja tidak, mereka yang disana jangankan memikirkan untuk membeli handphone, untuk mengisi perut dan menanti hari esok saja pun sudah merupakan masalah yang besar.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah bersyukur? Betapa indahnya hidup jika Anda mencari sisi positifnya, marilah kita merubah kebiasaan buruk seperti mengeluh dan memprotes apa yang kurang dalam hidup Anda.
Bukan berarti kita menerima apa adanya, Anda juga harus melihat keatas untuk memotivasi kehidupan Anda menjadi lebih baik lagi, gapailah cita-cita Anda dengan rasa optimisme, saya tahu Anda adalah orang-orang yang mengirimkan sinyal-sinyal positif dan bukan negatif seperti mereka yang pesimis!
Dan lihatlah kebawah saat Anda berpikir bahwa Anda-lah orang yang paling terbawah pada saat itu, saya yakin pasti masih ada yang lebih buruk lagi nasibnya daripada Anda, karena Anda hidup didunia tidak selalu diatas dan ingatlah bahwa dunia ini berotasi dan berputar layaknya kehidupan.
Pernahlan Anda berpikir tentang orang gila disana? Mengapa mereka tidak pernah merasakan sakit? jawabannya karena mereka tidak perduli apa yang mereka punya, mereka makan, dan mereka kenakan. Mereka hanya tahu bagaimana caranya agar perut mereka kenyang, karena merekalah orang-orang yang paling “bersyukur” dimuka bumi pada saat ini.
Dalam peristiwa itu saya belajar akan sesuatu seperti:
- Lebih menghargai barang/orang yang kita miliki saat ini.
- Rasa keluh-kesah itu tidak penting.
- Menumbuhkan rasa optimisme.
- Selalu berpikir positif.
Dengan begitu Anda tahu bagaimana caranya hidup dengan bahagia, tanpa sedikitpun rasa dengki atau iri kepada orang lain karena Anda telah memiliki kekuatan lahiriah Anda yang telah diberikan Tuhan kepada kita semua yang kekuatan itu bernama BERSYUKUR, Alhamdulillah
Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku (QS Al-Baqarah [2]: 152).

